Menpera: Pemilikan Properti Oleh Asing Perlu Penjabaran

Monday, November 16, 2009

(Vibiznews - Property) - Rencana pemilikan properti berupa hunian oleh asing masih membutuhkan penjabaran yang dituangkan melalui perangkat peraturan dan perundangan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Harus dijabarkan peruntukannya apakah benar-benar untuk ditinggali atau sebagai investasi," kata Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa di Jakarta menanggapi rencana kebijakan pemilikan hunian bagi asing.

Menpera mengatakan, harus ada perbedaan penanganan dan hitungan bagi asing yang akan membeli hunian untuk tujuan investasi apakah bisa sebanyak-banyaknya atau dibatasi.

Sementara itu Ketua Kadin Indonesia bidang Infrastruktur dan Properti, James Riady mengatakan, kepemilikan hunian bagi asing sebaiknya langsung diberikan selama 80 tahun dan tidak perlu perpanjangan.

James mengatakan, sebenarnya saat ini banyak dari investor asing yang menguasai sejumlah proyek properti di Indonesia. Atas dasar ini kalau ada yang membeli unit properti sebaiknya diberikan keleluasaan.

Dia mengatakan, kepemilikan properti bagi asing erat kaitannya dalam rangka memberikan kemudahan bagi mereka yang dianggap berhasil melaksanakan investasi di Indonesia.

James mengatakan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah menjanjikan dalam program kerja 100 hari diantaranya akan mengeluarkan rancangan kebijakan pemilikan properti bagi asing.

Statusnya saja yang tetap dipertahankan untuk asing menggunakan Hak Pakai sementara untuk warga asli Indonesia menggunakan Hak Guna Bangunan (HGB), jelasnya.

Sementara Kepala BPN Joyo Winoto berjanji kepemilikan asing akan dikaitkan dengan kontribusi asing dalam melaksanakan investasi di Indonesia. "Ada keleluasaan bagi mereka yang sudah berjasa," ujarnya.

Joyo mengatakan, tetap ada batasan-batasan kepemilikan properti bagi asing sebagai gambaran hanya dapat membeli hunian bersusun serta tidak untuk semua unit dalam bangunan.

sumber: vibiznews.com

Pola Grafik Diamond, Indikator Terjadinya Reversal

(VibiznewsForex) – Salah satu pola grafik yang dapat dikenali sebagai sinyal potensi terjadinya pembalikan arah (reversal) adalah pola grafik Diamond (Wajik). Pada pola grafik diamond ini pergerakan harga menunjukkan pola yang secara visual membentuk citra Diamond (Wajik).

Secara umum terdapat dua jenis pola Diamond yaitu pola Diamond Top (Reversal) , yang menunjukkan potensi terjadinya bearish dimana sebelumnya terjadi pergerakan penguatan harga. Kemudian yang berikutnya adalah pola Diamond Bottom (Reversal) yang menunjukkan potensi terjadinya bullish dimana sebelumnya harga bergerak melemah atau turun.

Formasi Diamond ini termasuk pola yang jarang atau tidak terlalu sering muncul. Pada pergerakan harga saham yang lebih sering terjadi adalah pola Diamond Top dibandingkan dengan Diamond Bottom, namun pada pasar forex frekuensi munculnya kedua pola tersebut relatif sama.

Secara umum pola Diamond adalah pola dimana terjadi “pelebaran” candle stick, yang menunjukkan terjadinya gerakan berbalasan dari gerakan sebelumnya untuk kemudian terjadi pergerakan konsolidasi. Durasi pergerakan berbalasan ini dapat tidak tenntu, dapat berjalan dalam waktu yang pendek namun bisa juga terjadi dalam durasi yang cukup lama.


Diamond Top Reversal

Diagram 1. Diamond Top (Reversal)


Pola Diamond Top Reversal merupakan pola pembalikan arah dari rally menguatnya harga menjadi penurunan harga. Pada pergerakan harga dengan pola Diamond Top (Reversal) terdapat beberapa ciri khas dengan pola umum kronologis sebagi berikut :

A. Terjadi penguatan harga atau pergerakan naik, atau bullish.
B. Support jangka menengah (relatif) yang lemah sehingga sempat mengalami penurunan harga, seperti yang terlihat pada diagram 1.
C. Pelemahan tersebut diikuti oeh penguatan balasan berikutnya namun dalam derajat yang lemah.
D. Terjadi break out pada support sehingga harga turun dalam jangka yang relatif panjang.


Diamond Bottom Reversal


Diagram 2. Diamond Bottom (Reversal)


Pola Diamond Bottom (Reversal) merupakan pola pembalikan arah dari turunnya harga menjadi kenaikan harga. Pada pergerakan harga dengan pola Diamond Bottom (Reversal) terdapat beberapa ciri khas dengan pola umum kronologis sebagi berikut :

A. Terjadi pelemahan harga atau pergerakan turun, atau bearish.
B. Resistance jangka menengah (relatif) yang lemah sehingga sempat mengalami kenaikan harga, seperti yang terlihat pada diagram 2.
C. Kenaikan tersebut diikuti oeh pelemahan balasan berikutnya namun dalam derajat yang lemah.
D. Terjadi break out pada resistance sehingga harga naik dalam jangka yang relatif panjang.

Demikian pola diamond yang kerap terjadi dalam pergerakan pasar. Pada prinsipnya terjadinya breakout merupakan sinyalemen untuk masuk market. Dan sisanya adalah momen monetering untuk take profit.

sumber: vibiznews.com

Rupiah Catatkan Kenaikan Nantikan Lelang SUN

VibiznewsEconomy) – Pada perdagangan pagi hari ini tampak nilai tukar rupiah mengalami kenaikan sedikit terhadap dolar AS (17/11). Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis. Rupiah diprediksi tidak bergerak jauh-jauh karena minimnya sentimen positif.

Pada perdagangan hari ini rupiah dibuka menguat tipis ke 9.370 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.395 per dolar AS.

Investor akan mencari sentimen baru untuk menentukan arah pergerakan mata uang ini. Namun lelang surat utang negara (SUN) pada hari ini diharapkan bisa menarik lagi modal-modal asing.

Sementara dolar AS di pasar global kemarin tercatat kembali melemah. Investor mendapatkan sentimen pendorong dari data PDB Jepang yang lebih baik dari ekspektasi, sehingga mendorong mereka memburu aset-aset berimbal hasil tinggi meski lebih berisiko.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa dalam jangka panjang investor masih akan percaya kepada kondisi fundamental ekonomi Indonesia, karena dinilai paling penting. Untuk saat ini rupiah akan cenderung mengalami pergerakan melemah mengikuti sentimen kawasan di kisaran 9350 sampai 9450 per dolar AS.

sumber: vibiznews.com

 
Bloggerized by Blogger Template